Gambar Artikel
Adat Istiadat

Menyongsong Hari Bahagia Persiapan Pernikahan Adat Jawa

2024-05-23


1. Pembahasan dan Persetujuan: Ngunduh Mantu

Sebelum pernikahan dapat dilangsungkan, langkah pertama adalah ngunduh mantu, di mana keluarga dari kedua belah pihak bertemu untuk membahas rencana pernikahan dan memberikan persetujuan. Ini adalah momen penting di mana kedua keluarga bertemu dan berdiskusi tentang segala hal, mulai dari tanggal pernikahan hingga persiapan acara.

2. Menentukan Hari dan Waktu yang Tepat: Tepung Tawar

Setelah ngunduh mantu, langkah berikutnya adalah menentukan hari dan waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan. Dalam adat Jawa, proses ini disebut tepung tawar, di mana seorang tua atau sesepuh keluarga menyampaikan doa dan memberikan tepung tawar kepada pasangan yang akan menikah sebagai tanda persetujuan dan restu.

3. Mempersiapkan Hantaran: Seserahan

Seserahan adalah salah satu tradisi penting dalam pernikahan adat Jawa di mana kedua belah pihak saling memberikan hadiah sebagai tanda kesepakatan dan kerukunan. Hantaran tersebut biasanya berupa makanan, buah-buahan, baju, serta perlengkapan dan peralatan rumah tangga. Persiapan seserahan membutuhkan perencanaan yang matang dan pemilihan hadiah yang sesuai dengan tradisi dan budaya.

4. Persiapan Pakaian Adat: Busana Pengantin

Pakaian pengantin dalam pernikahan adat Jawa memiliki makna simbolis yang mendalam. Bagi pengantin pria, busana tradisionalnya adalah jas atau beskap dengan kain batik dan blangkon sebagai penutup kepala. Sedangkan untuk pengantin wanita, busana tradisionalnya adalah kebaya dan kain batik dengan dodot sebagai pelengkapnya. Persiapan pakaian adat ini melibatkan pemilihan desain yang sesuai dengan adat dan selera, serta penyewaan atau pembuatan pakaian tersebut.

5. Penyelenggaraan Upacara Adat: Siraman dan Midodareni

Siraman dan midodareni adalah dua upacara adat yang penting dalam pernikahan Jawa yang biasanya dilakukan sehari sebelum pernikahan. Siraman adalah prosesi pembersihan spiritual bagi pengantin yang dilakukan oleh keluarga, sedangkan midodareni adalah acara perjumpaan dan pertemuan antara kedua keluarga. Persiapan untuk kedua upacara ini termasuk persiapan tempat, bahan-bahan ritual, serta persiapan mental dan spiritual bagi kedua pengantin.

6. Persiapan Acara Resepsi: Jamasan

Jamasan adalah acara resepsi pernikahan adat Jawa yang dilakukan setelah upacara pernikahan. Persiapan untuk jamasan melibatkan penyediaan tempat, makanan, dekorasi, serta persiapan hiburan dan kesenian tradisional Jawa. Ini adalah momen penting di mana kedua keluarga dan tamu dapat berkumpul, berbagi kebahagiaan, dan merayakan persatuan kedua pengantin.

7. Pemilihan Vendor dan Penyedia Jasa: Tukang Keblak

Dalam persiapan pernikahan adat Jawa, pemilihan vendor dan penyedia jasa juga memegang peranan penting. Tukang keblak adalah orang yang bertanggung jawab atas koordinasi dan penyediaan segala kebutuhan acara, mulai dari katering, dekorasi, hingga hiburan. Persiapan ini membutuhkan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak dan pemilihan vendor yang terpercaya.

Dengan persiapan yang matang dan penuh dengan makna, pernikahan adat Jawa menjadi sebuah upacara yang sakral dan indah. Melalui serangkaian ritual dan tradisi yang kaya, pasangan yang menikah tidak hanya mengikat janji pernikahan, tetapi juga menghormati dan mewarisi warisan budaya nenek moyang mereka.

 

Sumber Referensi:

- "Adat Jawa: Ritual dan Tradisi Sebelum Pernikahan" oleh Culture Trip. Tersedia di: www.theculturetrip.com

- "Tradisi Pernikahan Jawa: Perjalanan Sakral Menuju Ikrar Perkawinan" oleh Jurnal Peradaban Nusantara. Tersedia di: www.jurnalperadabannusantara.com